PERPUSTAKAAN

Kamis, 23 Juni 2016

Ilmu manunggal kawulo gusti

ILMU MANUNGGALING KAWULO GUSTI


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




Assalamu Alaikum Wr Wb. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi semua Saudara saya Di Seluruh Pelosok Tanah Air….Semoga Amal Ibadah Kita semua di Terima Allah SWT. Salam Hormat Saya Bagi Semua Seluruh sesepuh yg Memangku Universitas Energi Sejati….Juga Bagi Semua Bolo Sejati ….Salam Hormat bagi Saya……

Dan Bagi Murid murid saya yg Ingin Serius Mendalami Ilmu Manunggaling Kawulo lan Gusti….Ini Adalah Perwujudan Rasa Cinta saya Kepada Murid murid Saya…..Bagi Mereka yg Sangat fanatik dengan ILMU SYARIAT……SAYA DISINI TIDAK ADA NIATAN MENGGANGGU SIAPAPUN…SAYA HANYA MENGAJAR….JANGAN GANGGU SAYA….DENGAN KOMENT ANDA YG GAK BERMUTU….KARENA ” AKAN SAYA HAPUS KOMENTMU

” ILMU ITU ADA 4.

1.ILMU SYAREAT…..YG PUNYA ADALAH JASAD…Sholat nya Adalah Ngadeg,Ruku,Sujud,Lungguh (Sebagaimana yg Di Ajarkan Nabi Besar Muhammad Saw) Ngadeg…Mensyukuri Kejadian kita Dari Api(Nyawa).Ruku Mensyukuri Kejadian Kita dari Angin(Napas).Sujud Mensyukuri Kejadian Kita Dari Air(Darah dan yg lain dari air).Lungguh ….Mensyukuri Kejadian Kita dari Tanah (Tubuh kita macam Daging,kulit,balung,sumsum dll) Ngadeg=Di simbol kan lafal Alif. Ruku=Di Simbol kan lafal Hak Sujud=Di Simbol kan lafal Mim Lungguh=Di Simbol kan laal Dal Jadi Ngadeg,Ruku,Sujud,Lungguh…jika lafal DiGabung jadi Alif Hak Mim Dal=AHMAD…..(ITU adalah Nama Nabi Besar Kita Muhammad Saw) JADI MURID MURID SAYA PENGAMAL ILMU MANUNGGALING KAWULO GUSTI JUGA HARUS MENJALANKAN SYAREAT SEBAGAIMANA YG DI ajarkan Nabi Muhammad Saw.

2.ILMU THOREQOT…..ARTINYA “JALAN”….YG PUNYA ADALAH HATI….Jadi Tentang Ilmu Manunggaling Kawulo Gusti yg Saya Ajarakan Termasuk Ilmu nya Hati Atau Batin….sebagai Jalan Menuju Manunggaling Kawulo lan Gusti…..(Kawulo=Hamba….Gusti=Tuhan=Allah)

3.ILMU HAKIKAT….ARTINYA “NYATA”…..YG PUNYA ADALAH NYAWA….jadi Harapan Saya Pengamal Ilmu Manunggaling Kawulo lan Gusti akan Menyadari Bahwa Kita Tidak Punya Daya dan Kekuatan…Melainkan Yg Ada Hanya Daya Kekuatan Allah…(Ini Bukan Sekedar kata kata tp benar benar di Terasa Dalam Batin Kita dan merasakan dg Sungguh sungguh) krn Ilmu Hakikat bukan Tentang Tulisan Ilmu….Melainkan Perwujudan Batin Setelah Kita LELAKU MITUHU MARANG GUSTI (Lelaku Menuju Allah)

4.ILMU MAKRIFAT…..ARTINYA “MELIHAT” ……Yg Punya Adalah ROSO….(Ini juga bukan Tentang Ilmu yg Bisa di Tulis….Tapi Perwujudan Rasa Setelah Kita LELAKU MITUHU MARANG GUSTI atau Lelaku Menuju Allah. ILMU MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI. Ilmu Manunggaling Kawulo lan Gusti Merupakan Jalan(Thoreqot)….Termasuk Kategori Ilmu nya Hati atau Batin…. Ilmu Manunggaling Kawulo lan Gusti= ASMA ZAT……ASMA DZAT merupakan suatu lafal utk Batin sebagai Jalan Penyatuan Diri Kita kepada Dzat Nya Allah…..Karena Itu di sebut Asma Dzat atau Ilmu Manunggaling Kawulo lan Gusti. Ashif Bin Barkhoya yg Merupakan Tokoh BerIman pada Jaman Nabi Sulaiman yg Bisa Memindah Singgasana Ratu Bilqis dalam waktu Kedipan Mata juga Pengamal ASMA DZAT….Dan Merupakan Tokoh yg Sudah Sempurna Manunggalnya Kawula an Gustinya…. Sunan KaliJaga….Juga Merupakan Pengamal ASMA DZAT….JUGA Tokoh Al-Halaj juga Tokoh Rabiah Al-Adawwiyah. Syech Siti Jenar Juga Pengamal ASMA DZAT…. DARI SEMUA TOKOH TOKOH TSB MENGAMALKAN ASMA ZAT….MESKI BUNYI LAFAL NYA BERBEDA…TAPI INTINYA SAMA….. INTI DARI ILMU MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI ADALAH ILMU TAUHID….CUKUP SATU TUHAN ALLAH….YG MENJADI SEGALANYA BAGI KEHIDUPAN KITA.

 Jika Kemarin Saya mengijasahkan Pada Nick GAJAHMADA MUDA,LINGGOJATI,TAUFIK RIZKI,WEONG,CAHAYA,MBAH ABDUL JABBAR……adalah Asma Dzat yg DiGunakan sbg Jalan Batin Utk Manunggal YG PERNAH DI AMALKAN SYECH SITI JENAR…..UTK ITU BAGI GAJAH MADA MUDA,LINGGOJATI,TAUFIK RIZKI,WEONG,CAHAYA,MBAH ABDUL JABBAR……BISA LANGSUNG MENGAMALKAN ASMA DZAT atau ILMU MANUNGGALING KAWULO GUSTI yg saya Ijasahkan Di Sini…..Bisa Langsung Tes….Dengan Lafal ASMA DZAT yg saya Ijasahkan Kali Ini…… Bagi Mereka yg Mengamalkan Keilmuan Dari Saya….Baik Ilmu Wahdatul Wujud….AMR …dan Yg Ilmu Ilmu yg Lain yg Menginginkan ILMU MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI…..

silahkan Amalkan Asma Dzat yg Saya Ijasahkan……Tinggalkan Amalan yg Lain…..Cukup Satu Amalan Ini…..Percayalah Ketika Ilmu Ini i Amalkan mk Akan Menyempurnakan Keilmuan yg Pernah Anda Amalkan…..Cukup Satu ilmu…..Asma Dzat….sebagai Jalan Manunggalnya Kita Dengan Dzat Tuhan Kita…..DZATULLOH…maka Percayalah Soal Khasiat maka Langit Bumi Beserta Isi nya Tertuang Dalam Satu Ilmu Ini……Ilmu Manunggaling Kawulo lan Gusti….yg Mana ASMA DZAT DI GUNAKAN SEBAGAI JALAN MANUNGGAL KITA MENUJU GUSTI ALLAH….MANUNGGAL UMATENG DZAT NYA GUSTI ALLOH…..

 *PENGIJASAHAN ILMU MANUNGGALING KAWULO GUSTI (ASMA DZAT) UTK MURID MURID DALANG SOSRO BHIROWO.

 lafal ASMA DZAT adalah sbb: ALLOHU DZAT MANUNGGAL INGSUN LAA ILAHA ILLALLOH MUHAMMADARROSULULLOH KUN FAYAKUN.

 Cara Pengamalan:(di awali dg basmalah 1x ya) Baca 11x dengan Satu Tahan Napas….lalu baca Niat sbb NIAT INGSUN MENYATU DENGAN DZAT NYA ALLAH……LALU DI BACA SEBANYAK BANYAK NYA DALAM HATI…. gambaranya Begini…..baca… ALLOHU DZAT MANUNGGAL INGSUN LAA ILAHA ILLALLOH MUHAMMADAROSULULLOH KUN FAYAKUN (dibaca 11x Dengan Tahan Napas…..Ingat Harus Satu Napas……11 artinya Se-Welas…Satu Welas Asih nya Gusti Allah) lalu baca Dalam Hati…..Niat Ingsun Menyatu dengan Dzat Nya Allah……lalu Baca Sebanyak Banyak dalam Hati….ALLOHU DZAT MANUNGGAL INGSUN LAA ILAHA ILLALLOH MUHAMMADARROSULULLOH KUN FAYAKUN….. USAHAKAN DENGAN SEMADI AGAR AINUL BASHIROH ANDA CEPAT TERBUKA. WAKTU BEBAS….KRN ALLOH ADA DI SETIAP WAKTU….SEHABIS SHOLAT FARDHU JUGA BISA….. DI BACA SETIAP WAKTU JUGA BAGUS….SAMBIL BERJALAN….KERJA….DLL….JUGA SANGAT BAGUS…. KEMARIN SAAT TAUFIK RISKI,GAJAH MADA MUDA,WEONG,LINGGOJATI Bisa Bertemu Dengan Waliulloh dll….itu semata mata dg Tujuan AINUL YAKIN……UTK GAJAH MADA MUDA….TAUFIK RISKI….WEONG……CAHAYA….LINGGOJATI…..ANDA BISA GANTI DENGAN ASMA DZAT YG INI….SAMA SAJA….CUMA YG INI MANUNGGALNYA LEBIH CEPAT….. AINUL BASHIROH….. AINUL BASHIROH adalah Mata Batin….Jika Mata Batin Sudah Terbuka….Maka Niat Bisa Ganti…..Misal Ketemu Roh nya Si A….mk Ingsun sejati Kita akan Ke alam Roh Tsb…..DAN INI SYARAT MUTLAK MENEMBUS DIMENSI GHAIB. Agar AINUL CEPAT TERBUKA….. Baca Asma Dzat 11xTahan Napas….Niat Ingsun Menyatu dengan Dzat Nya Allah…..Lalu Baca Asma Dzat sebanyak banyak nya……sambil mata Terpejam….Rasakan Hati kita membaca Asma Dzat tsb….Pasrah….fokus pada Rasa Kita…..JIKA NANTI ADA GAMBARAN (SASMITA) MK AINUL BASHIROH ANDA SUDAH TERBUKA….. JIKA SUDAH TERBUKA….BISA TES…. *BACA ASMA DZAT 11xTahan Napas….NIAT INGSUN MELIHAT SI A…..BACA ASMA DZAT SEBANYAK BANYAK NYA SAMPAI TERLIHAT APA YG DI SCAN

*atau Ketemu dg Ghoib atau Roh Caranya: BACA ASMA DZAT 11xTahan Napas……NIAT INGSUN KETEMU SI A…..BACA ASMA DZAT SEBANYAK BANYAK NYA SAMPAI KETEMU DENGAN ROH GHOIB TSB….. BAHKAN SEPERTI TOKOH TOKOH YG LAIN JIKA SUDAH MANUNGGAL…..ISTIQOMAH TAHUNAN…..NIAT AKAN TERWUJUD….MISAL KE MEKKAH SAMA JASAD ALAM WAKTU KEDIPAN MATA,MENUNJUK BATU JADI EMAS,MENUNJUK SAJADAH ADA UANG NYA…..(KUNCINYA ADA DI= NIAT INGSUN…..)…..SEMUA ITU TERGANTUNG BAGAIMANA MANUNGGAL ANDA DENGAN DZAT NYA ALLOH…..ITULAH NILAI TAUHID YG SEBENAR BENAR NYA…….

 SILAHKAN LELAKU….BAGI MURID MURID SAYA….. NB: *ILMU INI KHUSUS MEREKA YG SERIUS JADI MURID MURID SAYA……. JIKA ASAL AMALKAN……TANPA MENGANGGAP SAYA SEBAGAI GURU….MK RESIKO TANGGUNG SENDIRI…..BISA SAJA ANDA JADI GILA.

*ILMU INI TIDAK BERLAKU BAGI ORANG ORANG YG PERNAH MENYAKITI SAYA DENGAN KOMENT KOMENTNYA….YG PERNAH HUJAT SAYA….MENGANGGAP SAYA BAU KENCUR….ATAU PERNAH PERMAINKAN SAYA SBG BAHAN TES TES AN……

*ILMU INI SAYA KHUSUSKAN BAGI MEREKA YG INGIN JADI MURID SAYA……. KOMENT MIRING AKAN DI HAPUS…… DI KOMENT NANTI AKAN DI BIMBING OLEH MURID KINASIH SAYA YG PALING BERBAKAT: PERMONO SHIDIQ. SILAHKAN LELAKU……..INGAT….SAAT MANUNGGAL…..NIATNYA……NIAT INGSUN MENYATU DENGAN DZAT NYA ALLAH….JANGAN KEJAR YG LAIN LAIN….MISAL AINUL BASHIROH DLL…..PASRAH DAN YAKIN….BIARLAH MENGALIR APA ADANYA…… SILAHKAN LELAKU……SEMOGA SEMUA INI MENDAPAT BALASAN YG BAIK DARI DZATULLOH.

Semedhi

OLAH SEMEDI


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




PENGERTIAN SEMEDI
Semadi atau semedi adalah menghilangkan kehidupan jasad agar supaya seseorang dapat merasakan rahsaning gesang atau kehidupan sukma. Dengan sarana mengolah rasa disebut sirnaning papan lan tulis. Yakni jumeneng rasa jati yang benar-benar nyata, pasti dan weruh tanpa tuduh (menyaksikan sendiri tanpa referensi), atau menyaksikan “sesuatu” tanpa melibatkan badan wadag (akal-budi/ rasio/ pikiran/ imajinasi/mata-wadag). Keberhasilannya dengan cara meredam gejolak nafsu jasadiah, dan dengan mengolah gerak-gerik anggota badan. Kehidupan jasad memiliki kesadaran yang rendah, sementara itu kehidupan sukma memiliki kesadaran yang tinggi. Kesadaran jasadiah sifatnya rentan oleh pengaruh nafsu-nafsu, di mana pikirannya terganggu oleh imajinasi rasio. Dalam kehidupan sukma itulah terletak kesadaran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kesadaran jasad. Dapat digambarkan sukmanya keluar dari badan wadag atau jasad. Dalam kondisi demikian kesadaran jasadiah tidak lagi bisa mendominasi dan memanipulasi kesadaran batin. Kesadaran sejati yang ada pada kehidupan sukma akan membersihkan batin dari segala polusi dan imajinasi rasio dan nafsu-nafsu negatif. Pemahaman ini merupakan gambaran dari lampahan Sri Kresna di Dwarawati atau sang Arjuna yang meraga sukma. Untuk kita perhatikan semua, bawa cerita ini sekedar dijadikan sebagai perlambang atau kiasan yang memudahkan pemahaman akan hakekat dari semedi. Adapaun tujuan melakukan semedi tidak lain untuk mengetahui alam kajaten atau kwahana kesejatian, yang sungguh-sungguh nyata dan ada di luar nalar atau akal budi kita.

 SEMEDI & KESADARAN BATIN Dalam upaya semedi dapat terjadi kegagalan dan keberhasilan. Kegagalan biasa terjadi dalam awal-awal latihan semadi namun lama kelamaan kita akan menemukan irama atau “frekuensi” yang dirasakan sangat “ajaib”. Bagi yang berhasil melakukan semadi pun ada dua kemungkinan yang berbeda tataran keberhasilannya. Kemungkinan yang pertama, meskipun berhasil dalam semedi namun seseorang belum mencapai puncak kesempurnaan semedi. Raga telah berhasil “dimatikan” sehingga yang terasa hanya getaran dahsyat dalam rasa. Getaran itu bersumber dari pusat kehidupan (atma) yang terletak pada susuhing angin/jantung, lalu menjalar ke seluruh “badan”. Bukan “badan” jasadiah semata, namun getaran itu terletak dalam badan halus/metafisik. Bila dirasakan sepintas lalu seolah badan wadag lah yang bergetar. Getaran berbeda dengan rasa gemetaran. Jika dikonotasikan sebagai prana ia sama-sama bersumber dari getaran rasa sejati. Bagi pelaku semedi yang masih berada pada tingkat ini hendaknya jangan merasa pesimistis karena tetap bisa merasakan berbagai keajaiban yang akan terjadi dalam wahana kesadaran semedi. Misalnya muncul bayangan atau gambaran gaib yang dapat menjelaskan sesuatu rahasia alam atau sebagai pralampita yang dapat menjadi petunjuk akurat dan tepat terhadap pelaku semadi. Kemungkinan kedua, pelaku semedi dapat mencapai tataran sempurna atau kesempurnaan. Parameter kesempurnaan terjadi bilaman sukmanya benar-benar lepas dari badan wadagnya sendiri. Sukma dapat melanglang ke dalam buana gaib, menjelajah dalam ruang-ruang gaib yang berada di luar akal budi (jasad) yang menemukan kesadaran tinggi. Inilah yang disebut rahasia meraga sukma. Namun bagi yang berhasil meraih kesempurnaan dalam semedi –yang bermuara pada kejadian raga sukma– hal ini menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat. Meraga sukma bermanfaat besar untuk memperoleh kesadaran tinggi untuk memahami being dalam eksistensi noumena atau eksistensi di alam gaib. Tentu saja kejadian ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang yang selalu dahaga dunia spiritual. Karena pelaku semedi akan memperoleh kesadaran tinggi dan dapat mengetahui hal-hal yang orang lain tidak ketahui/sadari. Mengapa kesadaran tinggi diidamkan kebanyakan orang, tidak lain karena kemuliaan hidup yang sejati menuntut adanya kesadaran tinggi terlebih dulu. Tidak menjadi masalah bila kesadaran tinggi kita berasal dari referensi orang lain, kitab suci, maupun buku pedoman. Hanya saja bila kita merasakan sendiri pengalaman gaib secara langsung akan menjadikan sebagi pengalaman hidup yang sangat sensasional dan berharga. Hal ini bukan lah iming-iming namun sungguh apa adanya.

 KUNCI KEBERHASILAN
Kesadaran sejati atau kesadaran batin dapat dicapai oleh siapapun tanpa tergantung agama dan ajarannya, asalkan seseorang mampu memerdekakan diri dari hegemoni kekuasaan nafsu negatif yang bercokol dalam jasadnya sendiri. Ibaratnya nafsu adalah kulit yang harus dikupas agar kita dapat menikmati daging buahnya. Nafsu jasadiah seumpama cadar bagi mata batin, bila dibuka cadarnya maka mata batin akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan semua eksistensi gaib akan dapat dilihat dengan jelas. Pengendalian hawa nafsu bukanlah hal mudah ia perlu latihan terus menerus dengan kesabaran dan ketulusan. Tanpa bekal itu akan sulit mencapai tataran kesempurnaan dalam olah semedi. Dalam olah semedi pun harus dilakukan dengan rajin, sabar, ulet dan telaten jangan mudah menyerah dan cepat bosan. Biasanya jika sudah merasakan keberhasilan awal lantas akan menjadi ketagihan untuk lebih giat melatih diri. Dua langkah utama yang menentukan keberhasilan yakni : mengendalikan nafsu, membersihkan hati dan batin dalam perbuatan sehari-hari dan rajin olah badan dalam tatacara semedi. Teori Merubah Frekuensi Kesadaran jasad jika diumpamakan sebagai gelombang AM radio, kejernihan dan kejelasan suaranya teramat rentan terjadi distorsi akibat gangguan kondisi cuaca alam yang buruk. Gelombang AM diumpamakan sebagai kesadaran jasad atau akal budi, sementara cuaca alam yang buruk seumpama gangguan imajinasi akal-budi dan nafsu. Artinya kesadaran ragawi atau jasad mudah sekali terkena tipu daya “setan” dalam hal ini nafsu dan imajinasi kita sendiri. Lain halnya dengan kesadaran rahsa sejati, diumpamakan gelombang FM radio. Suaranya jernih, bersih dan jelas. Gelombang FM juga tidak terpengaruh oleh cuaca alam yang buruk. Sekalipun terjadi angin ribut, hujan lebat dan guntur tidak akan menjadi gangguan kejernihan suara. Karena gelombang FM terpisah dan berbeda dari gelombang cuaca buruk. Ia berada dalam koridor frekuensi yang terpisah dari berbagai gelombang cuaca alam. Artinya, kesadaran rasa sejati terpisah dan tidak terpengaruh oleh imajinasi akal budi dan nafsu-nafsu negatif. Tugas semedi adalah mengalihkan gelombang atau frekuensi kita dari frekuensi AM ke FM. Dari kesadaran ragawi/jasad ke kesadaram rasa sejati (rasa pangrasa/indera ke-enam). Kelebihannya adalah dapat menangkap sinyal dari frekuensi rendah hingga yg paling tinggi sekalipun. Segala yang tadinya rahasia dan tertutup oleh nafsu dan rasio menjadi tersingkap semuanya tampak jelas. 

SEMEDI ; RADIO TRANSISTOR
Cara lebih mudah membayangkan fungsi olah semedi, saya mengambil analogi seumpamanya kita merubah diri kita menjadi radio transistor. Sebenarnya dalam ruang udara terdapat banyak sekali berbagai macam gelombang suara dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Contohnya antara lain suara jangkrik sawah yang tidak bisa masuk jika direkam dengan pita kaset biasa. Atau suara kelelawar yang memiliki suara ultrasonik yang frekuensinya sangat tinggi sehingga tidak bisa ditangkap dengan telinga manusia. Begitu pula suara ikan paus yang dapat memancarkan gelombang suara sangat jauh namun sulit ditangkap telinga manusia pula. Begitu juga gelombang suara yang dipancarkan antena transmisi stasiun radio tidak akan bisa ditangkap oleh telinga manusia sebelum dirubah dengan alat bernama radio transistor yang berfungsi merubah gelombang suara menjadi berfrekuensi yang sepadan dengan daya tangkap kuping manusia. Sebelum dirubah oleh alat elektronik radio transistor, gelombang suara bagaikan suara eksistensi gaib. Nah analogi ini menjelaskan bila semedi ibaratnya merubah diri kita menjadi “radio transistor” yang dapat menangkap gelombang suara menjadi bunyi-bunyian. Artinya semedi merupakan sarana agar supaya kita dapat mendengar dan menangkap frekuensi yang terdapat di alam gaib. Dapat pula diistilahkan kita sedang menselaraskan antara “frekuensi jasad” kita dengan frekuensi gaib. Sebenarnya yang diselaraskan bukan frekuensi jasadnya dengan frekuensi gaib melainkan pindah chanel dari frekuensi “AM” ke frekuensi “FM”. Ke mana kita musti beli frekuensi FM ? Tidak perlu repot, karena di dalam setiap diri manusia telah terdapat frekuensi “FM” bawaan lahir yang sepadan/sinergis dengan “frekuensi” alam gaib, yakni frekuensi yang dimiliki rahsa sejati (rasa pangrasa). Tidak hanya manusia bahkan binatang malah lebih tajam “indera keenam” nya ketimbang manusia karena binatang tidak memiliki hawa nafsu. Kita dapat mencermati dari ayam, anjing, angsa dan binatang lainnya yang memiliki frekuensi sepadan dengan dimensi gaib. Binatang-binatang tersebut sering berlari ketakutan dikejar sesuatu yang tidak tampak oleh mata wadag. 

TATA CARA SEMEDI
Semadi atau semedi, artinya sarasa = rasa tunggal = maligining rasa = rasa jati = rasa pangrasa. Disebut pula dengan maladihening, mesu budi, manekung, puja brata, tarak brata, dan masih banyak lagi istilahnya. Pada intinya olah semedi melibatkan dua kegiatan, pertama yakni ; SOLAH atau perilaku anggota badan dalam upaya “menidurkan” atau “mematikan” anggota raga untuk merasakan hidupnya rasa sejati. Kedua yakni BAWA atau perilaku batin, dengan cara mengolah rasa agar mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi lagi. Atau menghidupkan batin kita yakni merasakan atma (energi hidup) dalam sukma sejati. Agar tidak rancu perlu saya tegaskan perbedaan antara sukma sejati dengan rasa sejati yakni ; sukma sejati dapat dilihat wujudnya, sedangkan rasa sejati hanya bisa dirasakan sebagai energi atma/ hidup/ kayun/ kayu/ chayu. Sukma sejati adalah roh/ruh/ruhulah sementara rasa sejati adalah sir/sirulah (lihat thread : Maklumat Jati). Terdapat banyak sekali tatacara semedi, misalnya sembari duduk bersila, bisa juga sembari baringan atau merebahkan badan. Berikut ini saya jabarkan tata cara semedi sambil membaringkan badan. Carilah tempat yang nyaman, tenang, dan aman agar konsentrasi anda tidak terganggu oleh suasana lingkungan sekitar. Jangan melakukan semedi di tempat yang berbahaya misalnya tepi sungai, tepi jurang atau di antara semak belukar. Hal ini untuk menghindari resiko jatuh terperosok termasuk terjadinya serangan binatang buas, serangga berbisa dsb. Bisa pula di lakukan di dalam rumah atau kamar tidur anda. Carilah waktu watu saat yang tenang biasanya setelah beranjak larut malam. Keheningan suasana atau suara alam yang lembut justru justru sangat membantu dalam menciptakan konsentrasi. Setelah menemukan tempat yang tepat lalu baringkan badan anda… Posisi badan telentang menghadap ke atas, seperti mau tidur. Jangan ada anggota badan yang posisinya kurang nyaman. Seluruh anggota badan “jatuh” menempel di pembaringan tanpa ada penahanan sedikitpun. Seluruh otot dan syaraf harus rileks atau loss. . Tangan sedekap atau sedakep (sedeku) dengan posisi lengan atas tetap menempel di lantai/tempat berbaring sementara lengan bawah diletakkan di atas dada. Jari-jari tangan saling mengunci. Atau bisa juga agar lebih rileks, tangan diluruskan ke bawah (arah kaki), kedua telapak tangan menempel di paha kiri kanan sebelah luar. Mata terpejam seakan anda sedang bersiap menidurkan diri. Bola mata tidak boleh bergerak-gerak, tahan dalam posisi pejam dan bola mata diam tidak bergerak, disebut meleng. Kaki lurus rileks telapak kaki kanan ditumpang di atas telapak kaki kiri disebut sedakep kaki tunggal, disebut saluku. Posisi dan langkah-langkah di atas bertujuan untuk menghentikan daya cipta meliputi imajinasi, angan, pikiran, kemauan, gagasan. Selain itu olah pasamaden sebagai upaya menutup aliran panca indera yakni indera perasa, pendengaran, dan penglihatan. Selanjutnya samadi atau semedi seyogyanya diimbangi dengan perilaku sehari-hari dengan mengurangi makan, minum, tidur dan lain sebagainya. Semedi merupakan salah satu cara meraih kemuliaan hidup, secara keseluruhan terdapat tujuh macam tahapan atau tingkatan “laku” yang harus dikerjakan apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna, yakni :
 1. Tapaning Jasad Sopan santun dan mawas diri. Dalam olah semedi dengan cara mengendalikan / menghentikan daya gerak anggota tubuh atau kegiatannya.
 2. Tapaning Budi Menghindari angan-angan dan prasangka yang buruk. Dalam olah semedi dengan bersikap positif thinking agar pikiran menjadi bersih dan dapat membentangkan pandangan seluas-luasnya. Namun jangan biarkan imajinasi menguasai rasio anda. 3. Tapaning Hawa Nafsu Rela, legowo, menerima apa adanya (qonaah), sabar dan ikhlas. Jangan menyakiti hati sesama. Sabar menghadapi gangguan dan godaan dari dalam dan luar. Tidak suka iri hati dan dendam. Kuat lara wirang atau dipermalukan. Dalam olah semedi dengan cara sikap tidak buru-buru, sumeleh, mengalir apa adanya.
4. Tapaning Sukma Menenangkan jiwa dan selalu jujur pada diri sendiri dan orang lain. Bersikap dermawan. Perbuatan lahir batinnya selalu diarahkan pada kebaikan. Tanpa pamrih semua hanya netepi sifating Zat. Dalam olah semedi harus bersikap pasrah, bersandar hanya kepada Hyang Widhi. Tidak memaksa diri mencapai hasil. Namun lebih mengutamakan prosesnya yang benar dan tepat.
5.Tapaning Rahsa Perilaku yang utama, luhur budi pekertinya. Tidak takut bila menderita, dan kuat laku prihatin. Tidak suka mengurusi (intervensi) hal yang bukan kewenangannya. Selalu mawas diri dan giat mencari ilmu hakekat. Dalam olah semedi indera perasa jasad dimatikan diganti dengan rasa pangrasa. Merasakan getaran indera ke-enam, atau rahsa sejati. 6.Tapaning Cahya Menjaga kesucian lahir batin. Dalam olah semedi, selalu terkonsentrasi pada cahya di pangkal hidung antara kedua mata atau papasu.
7. Tapaning gesang Selalu eling dan waspada serta mempunyai daya memahami sesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau samar karena kepalsuan “kulit”. Olah semedi hendaknya selalu ditujukan untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan pribadi dan orang lain. Berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati, kearah kesempurnaan hidup, manembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakni target Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu sebagai kunci untuk memahami isi Rasa Jati, untuk mencapai sesuatu yang luhur. Maka dalam meraih kemuliaan hidup mutlak diperlukan sinkronisasi antara perbuatan lahir dan batinnya (solah dan bawa).

 PATRAPING NETRA
OKonsentrasi mata difokuskan pada satu titik yakni pangkal hidung, letaknya di antara ke dua belah mata, diisitilahkan papasu. Kedua belah mata terpejam, namun manik mata memandang ke arah papasu. Di situ bisa langsung tampak ada cahaya atau sinar mencorong/terang mencolok biasanya berwarna putih kekuningan. Bila cahaya di papasu belum muncul dan masih tampak gelap gulita anda harus bersabar, tunggu beberapa saat hingga cahya muncul sedikit demi sedikit lalu berubah menjadi semakin terang bahkan bisa sangat menyilaukan. Bila posisi di atas sudah bisa anda lakukan dengan rileks, selanjutnya giliran menata nafas anda. Setelah dibarengi olah nafas yang rilek anda tinggal konsentrasikan mata pada arah papasu. Lama-kelamaan cahaya kuning terang semu keputihan semakin terang, pusatkan konsentrasi pada cahaya tersebut. Tunggu dengan sabar dan rilek hingga akan muncul gambaran seperti lorong. Tugas anda bergerak mengikuti lorong tersebut dengan perasaan. Pergerakan dikomando oleh kareping rahsa, yakni kehendak rasa sejati. Nantinya lorong akan seperti berkelok melengkung-lengkung namun bukan menikung tajam. Lorong itu akan berujung pada wahana ruang yang sangat terang benderang. Anda seolah masuk ke dalam ruang yang sangat luas dan sulit digambarkan eksotisnya. Itulah ruang gaib. Pada tahapan ini belum terjadi raga sukma. Peristiwa ini, kesadaran kita hanyalah sebatas berada di antara dunia wadag dengan dunia meta yang gaib. Dengan menggunakan mata batin kita menyaksikan eksistensi gaib melalui “jendela” dimensi gaib. Artinya sukma anda belum memasuki alam gaib. Namun kesadaran batin kita bagaikan energi telekinetik bisa menjelajah ke tempat atau lokasi yang kita inginkan. Di analogikan penglihatan batin kita berubah fungsi sebagaimana alat periskop yang dimiliki kapal selam. Jika diumpamakan kesadaran jasad kita bagaikan berada di dalam kapal selam yang pandangannya sangat terbatas pada obyek yang ada di sekeliling kita dalam jarak yang sangat pendek. Maka mata batin bagaikan alat periskop yang bisa digunakan untuk melihat ada apa di atas permukaan air. Pada saat semedi minimal orang akan mendapatkan semacam ilham atau wisik yang dapat menjadi petunjuk untuk mengambil keputusan atau apa yang harus dilakukan dan dihindari. Bila latihan olah semedi dilakukan dengan telaten, lama-kelamaan akan mencapai tahap selanjutnya dimana sukma akan keluar dari badan wadag. Pada tahap ini anda akan merasakan keanehan-keanehan ; Merasakan seolah badan kita tidak bernafas dan indera perasa tidak merasakan sesuatu apapun, namun kita sadar bahwa diri kita tetap lah hidup. Pada tahap ini kadang terdengar suara-suara (gaib) yang terdengar asing dan aneh. Suara-suara tersebut berasal dari dimensi lain. Karena kesadaran anda telah berada di ambang batas antara dunia wadag dengan dunia gaib. Suara-suara tersebut bukanlah sengaja mengganggu justru menunjukkan bila anda sudah mulai berhasil merubah diri anda menjadi “radio transistor”. Nah, pada tahap ini terkadang anda dapat menangkap petunjuk, sasmita, pralampita yang berasal dari para leluhur. Anda juga tidak perlu khawatir digoda setan/makhluk halus/hantu/demit/jin dsb, karena langkah semedi anda yang mematikan nafsu ragawi sudah cukup menguatkan mental dan batin anda, dan menjadi pagar gaib yang cukup kokoh. Melihat badan kita sendiri dari luar tubuh. Biasanya kita melihat diri kita seolah sedang tertidur pulas, atau sedang duduk bersila sesuai dengan posisi sewaktu kita melakukan semedi. Bila sudah terjadi posisi demikian, anda janganlah panik atau takut, tetap kendalikan semuanya melalui kehendak rasa anda sendiri. Misalnya anda ingin menjauh dari tubuh atau ingin menyatu kembali dengan tubuh semua perintah di bawah kendali sang rasa sejati, yakni kehendak rasa. Antara sukma anda dengan badan wadag bagaikan mengandung energi magnet yang saling tarik menarik. Bila anda berkehendak ingin kembali masuk ke tubuh seketika akan terasa ada energi kuat yang menyedot sukma ke dalam badan wadag. Energi tersebut saya identifikasi sebagai nyawa. Bedanya dengan orang yang meninggal dunia, nyawa sebagai daya perekat sudah tidak ada lagi. Dapat diumpamakan “lem perekat” antara sukma dengan badan wadag sudah hilang, sehingga terjadi pelepasan/perpisahan kekal antara sukma dengan badan wadag. Selama badan anda sehat wal afiat tidak perlu khawatir kelepasan.. J karena eksistensi nyawa itu prinsipnya tergantung dari kondisi kesehatan atau performance badan anda sendiri. Bila sukma anda berkelana tidak akan terjadi kematian selama nyawa masih bekerja sebagai “lem perekat” atau penghubung antara sukma dengan jasad. Untuk memudahkan pemahaman raga sukma dapat saya contohkan dengan orang yang sedang main layang-layang. Layang-layang diibaratkan sukma sejati kita, tali layang-layang adalah nyawanya, dan orang yang memainkan layang-layang adalah badan wadagnya. Antara layang-layang dengan seseorang yang memainkan masih tetap terhubung oleh tali layang-layang tersebut. Bila anda merasa sukma sudah berada di luar tubuh hendaknya melatih untuk bepergian dalam jarak dekat dulu, baru kemudian semakin lama semakin jauh. Karena bila anda langsung berjalan jauh, terkadang mengalami kesulitan untuk kembali ke badan. Seumpama orang sedang berjalan menyusuri hutan belantara yang belum anda kenali seluk beluknya serta lupa jalan pulangnya. Hal ini sangat berbahaya, karena dalam tahap awal badan wadag anda belum kuat ditinggal sukma sejati terlalu lama. Persendian akan terasa kaku-kaku, peredaran darah tidak lancar dan tekanan darah (HB) nya bisa drop. Resiko ini yang dapat berakibat terjadi kematian.

 OLAH NAFAS
 Selanjutnya mulai menata irama nafas khusus diperlukan dalam olah semedi. Nafas ditarik dalam-dalam, jangan tergesa dan kasar, lakukan dengan cara yang lembut, namun kuat dan sepanjang-panjangnya nafas hingga habis. Rasakan nafas mulai memenuhi puser kemudian semakin penuh naik hingga ke dada terasa penuh sesak lalu rasakan semakin naik hingga ke cethak atau langit-langit mulut, terus naik lagi hingga ke ubun-ubun kepala. Proses masuknya nafas memenuhi puser hingga ke ubun-ubun dilakukan dalam sekali tarikan nafas. Memakan waktu antara 4-7 detik. Atau dalam hitungan normal dari angka ke 1 hingga ke 7. Setelah nafas mencapai ubun-ubun tahan sebentar dalam hitungan 7 detik lalu keluarkan nafas melalui mulut dalam hitungan 4 atau dalam waktu 4 detik. Prinsipnya jumlah tarikan nafas harus selalu lebih besar dibanding keluarnya nafas.

 SASTRA CETHA
Rasakan pula saat menahan nafas di ubun-ubun, pada awalnya terasa ringan lalu semakin lama semakin berat, jika sudah terasa berat sekali kemudian lepaskan pelan-pelan seolah menurunkan beban yang mudah pecah. Beban itu sesungguhnya pergerakan rasa jati ada pula yang menyebut sebagai tenaga dalam yang terkonsentrasi. Olah nafas demikian disebut sastra cetha; sastra adalah empaning kawruh, atau kiasan sebagai umpan ilmu. Cetha adalah antebing swara cethak. Cethak adalah langit-langit mulut tempat keluarnya bunyi. Mengapa disebut sastra cetha, yakni untuk menggambarkan olah nafas yang ditarik hingga ke ubun-ubun. Nafas bisa mencapai ubun-ubun bila cethak ditutup rapat sehingga tidak lebih dulu gembos melalui mulut. Bila nafas tidak ditahan dengan cethak hanya akan mengikuti jalannya nafas yang wajar dengan sendirinya. Nafas tidak dapat mencapai ubun-ubun hanya sampai di cethak langsung turun lagi.

 DAIWAN
Daiwan atau dawan artinya mengatur keluar masuk nafas yang panjang, rileks dan penuh kesabaran, tidak kemrungsung, buru-buru. Daiwan berarti pula panjang tanpa ujung, langgeng atau abadi. Maksudnya adalah sarana hidup kita yang langgeng berada di dalam nafas kita. Nafas adalah keluar masuknya angin dalam badan seiring dengan keketeg panglampahing rah/roh. Bila kedua unsur tersebut (nafas dan roh) berhenti bekerja dinamakan mati yakni rusaknya badan wadag lalu kembali kembali ke asalnya. Maka nafas yang selalu keluar masuk badan hendaknya dipanjangkan sepanjangnya agar kita memperoleh energi kehidupan lebih panjang lagi. Keluar masuknya nafas benar-benar dirasakan adanya energi hidup (atma/chayu/kayu/kayun) sembari mengucap mantra dalam hati/batin saja. Mengucap “hu” pada saat nafas ditarik dari puser ke arah ubun-ubun. Lalu mengucap “ya” pada saat keluarnya nafas yakni turunnya nafas dari ubun-ubun ke arah pusar. Naik turunnya nafas tadi melewati dada dan cethak. Nah, disebut sastra cetha karena pada saat mengucapkan kedua mantra hu – ya dibarengi dengan pengendalian buka tutupnya cethak untuk menahan dan melepas nafas. Setelah masuknya Islam ke nusantara, terjadi beberapa anasir seperti dalam wirid naqshabandiyah SSJ mantra hu – ya dirubah bunyi menjadi hu – allah. Namun kemudian terdapat mazab lain di luar mazabnya SSJ, dan melakukan modifikasi mantra hu – allah menjadi haillah – haillallah, dikenal sebagai wirit satariyah. Perbedaannya, dalam tradisi satariyah ini tidak dilakukan menahan nafas, melainkan hanya bernafas seperti biasanya. Apapun kata dan bahasa yang digunakan dalam mantra toh tidak ada pengaruh dalam keberhasilan semedi. Letak keberhasilan semedi bukan pada ucapan, namun bagaimana kita harus memahami dan menghayati makna hakekat dari hu – ya, hu – allah, maupun hailah – hailallah. Jangan terjebak oleh rangkaian kata-katanya namun konsentrasi harus di fokuskan kepada getaran Zat Mahamulia. Hu atau ha atau a atau the berarti “sesuatu”, yakni menggambarkan sesuatu yang paling dan maha, tidak lain adalah eksistensi Zat tertinggi yang tanpa nama sebagai tingkat pemahaman akan tataran hakekat Zat.

 TRIPANDURAT
Satu kegiatan olah nafas dinamakan sastra cetha yakni sekali kegiatan menarik/menyedot nafas melalui hidung lalu di tahan, selanjutnya dilepas lagi lewat mulut. Setiap kegiatan olah sastra cetha, tidak perlu dilakukan terus menerus dalam waktu yang lama tanpa putus. Sebaliknya dilakukan saja secara wajar misalnya 3 kali melakukan olah sastra cetha kemudia istirahat sejenak lalu dimulai lagi. Tiga kali melakukan olah sastra cetha disebut tripandurat. Tri ; tiga, pandu ; suci, rat ; jagad/ badan. Maksudnya tiga kali melakukan olah sastra cetha dapat menghasilkan persentuhan antara makhluk dengan Sang Pencipta atau tumameng ing ngabyantaraning yang Mahasuci, bertempat di dalam ubun-ubun atau suhunan yakni ingkang dipun suwuni. Naik dan turunnya nafas dinamakan wahana paworing kawula-Gusti. Pada saat nafas di tarik mencapai ubun-ubun atau suhunan lantas ditahan, nafas berhenti sejenak. Posisi yang demikian dinamakan ; kita jumeneng Gusti, bila nafas sudah diturunkan kembali ke pusar (sembari nafas keluar perlahan lewat mulut) kita kembali dinamakan sebagai kawula. Sampai pada penjabaran ini jangan sampai para pembaca keliru memahami. Adapun yang dimaksud manunggaling kawula-gusti bukanlah nafas kita, melainkan daya cipta. Olah semedi harus membentangkan atau merentangkan keluar masuknya nafas agar menjadi panjang. Sembari mengheningkan dan membeningkan mata, karena mata kita berasal dari rasa pangrasa atau indera ke-enam. Begitu seterusnya hingga merasakan kemajuan-kemajuan. Ukuran kemajuan dalam latihan olah nafas bilamana mampu menahan nafas lebih lama lagi dari sebelumnya dan kuat melakukan latihan olah nafas dalam waktu yang semakin lama pula. Dengan kata lain jam terbangnya semakin tinggi. Adapun olah semedi dapat dilakukan sepanjang masa, pada saat duduk, berdiri, berjalan, maupun saat bekerja. Namun cara yang dapat ditempuh cukup mengucap mantra hu – ya dalam setiap hela nafas keluar masuk. Tidak perlu diucap dengan lisan lebih utama ucapan mantra selalu terpatri di dalam hati menyambung koneksi antara diri sejati dengan Ilahi.

 MANFAAT SEMEDI
Olah pasamaden atau ulah semedi sangat bermanfaat untuk kesehatan lahir batin, dan menjadi sarana belajar mengetahui hal-hal yang tersimpan di dalam rahasia gaib. Sehingga disebut pula sebagai sastra jendra hayungrat pangruwating diyu. Sastra = empaning kawruh, jendra = harja-endra, harja = raharja, endra = ratu/dewa, yu = rahayu/wilujeng, ningrat = jagad/tempat/badan. Maknanya ; intisari ilmu pengetahuan sejati yang berguna untuk membangun kesadaran dan keselamatan, kesejahteraan, dan ketentraman. Pangruwating diyu = menjaga diri dari diyu. Diyu = raksasa/denawa/asura/buta atau sifat raksasa bodoh, angkara murka dan gemar menganiaya, yakni sifat-sifat kebalikan dari dewa, sebagai lambang segala sesuatu yang baik. Maknanya ; olah semedi yang dapat menyirnakan segala hal yang buruk/jahat, gangguan, dan segala marabahaya. Dari pengertian sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu mengandung makna yang mendalam yakni; siapapun yang tidak enggan melakukan olah semedi akan memperoleh berbagai kebaikan, dapat mengendalikan nafsu negatif, hatinya bersih, batin dan nuraninya tajam, naluri dan instinknya menjadi semakin kuat, memiliki sense of human, kepekaan sosial, kepekaan indera keenam (rahsa sejati). Bila badan sedang sakit atau dirasa tidak enak, akan menjadi sirna sakitnya. Sifat temperamental menjadi sopan santun, sabar, belas kasih dan lapang dada. Gemar bohong berubah menjadi jujur. Yang bodoh menjadi pinter. Yang sudah pinter menjadi pinter sekali. Hasil dari olah semedi dapat dikiaskan sebagai berikut ; yang sudra menjadi waesia, yang waesia menjadi satria, yang satria menjadi brahmana, yang brahmana menjadi berbadan braja berjiwa bethara. Yang gemuk jadi kurus, yang kurus jadi gemuk, yang cronges jadi tampan (J ..just kidding). Tapi jangan pesimis dulu, berkat olah pernafasan ada beberapa yang berhasil kok, yang tadinya gemuk menjadi ideal. Seperti halnya berbagai perguruan ilmu “tenaga dalam” sudah membuktikan manfaat olah semedi (pernafasan) ini terutama dalam menjaga stamina dan kesehatan. Jika badan sehat, stamina bagus, maka jasad tidak mudah rusak, berarti dapat menghabiskan usia yang digariskan tuhan, dan tentu saja tidak terjadi “kematian prematur” akibat human error, kecerobohan dan mismanajemen dalam menjalani kehidupan ini. “sawarnaning kapiawon tuwin saliring godha rencana, bebaya pakewed punapa kemawon, ingkang tuwuh saking cidraning manah pribadi, punika sedaya sirna lebur dening pangastuti ulah semedi, inggih amesu cipta, mesu budi, maladihening, ulah pasamaden, sedaya punika namung kangge amurmeng pandulu paworing kawula kalawan gusti. Makaten ugi sedaya sawarnining bebaya ingkang medal saking pandameling tiyang sanes, sanadyan ugi kewan ingkang wantun angganggu damel, temtu ketaman ing wilalat, peksi miber ingkang ngungkuli temtu pejah sirna kuwandhanipun. Punapa dene tumrap sasamining titah ingkang nedya anglawan, angremehaken tuwin angluhuri kamenangan dateng sasaminipun, temtu boten badhe kalampahan. Salagi saweg purun papandengan kemawon sampun tamtu badanipun gemeter lolos otot bebayunipun. Inggih margi saking kaungkulan perbawa ingkang tansah sumunar gumawang purbawisesanipun kadosdene wimbaning purnama sada”. Karena itu dalam kaitannya dengan olah asamaden, Ilmu Sastra Jendra disebut pula sebagai ilmu atau pengetahuan tentang rahasia seluruh semesta alam beserta perkembangannya. Manfaat Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah tatacara, jalan atau cara untuk mencapai kemuliaan dan kesempurnaan hidup yang sejati. sabdalangit Karipta saking Serat Aji Pameleng lan seserepan saking para ngaluhur ing ngalam kajaten. Ugi saking kasilipun ulah pasamaden, mesu cipta, mesu budi duk ing nguni. Sedaya wau mugi migunani dumateng sagung paramaos dahat kinurmatan. Rahayu, suradira jayaningrat lebur dening pangastuti.

Menyatu dengan zat

Menyatu dengan zat


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕


  


Metafisika kesatuan ruh akan membawa kita pada pemahaman akan kebersatuan kita dengan setiap butir partikel di alam semesta, mulai yang paling sederhana sampai ke yang paling kompleks kesadaran dan kecerdasannya.

Sebab semua yang tergelar di dalam diri manusia dan di luar dirinya sesunguhnya satu. Gusti dan Kawulo itu satu. Manusia dan alam itu satu. Alam semesta dengan demikian adalah manusia dan manusia adalah alam semesta. Tidak bisa dipisahkan secara metafisis. Berangkat dari pemahaman ini, maka manusia yang selama ini dikenal telah menjaga jarak dengan alam semesta ( yang sebenarnya dirinya sendiri), perlu untuk meluruskan kembali jati dirinya. Inilah bentuk kesadaran paling ultim yang harusnya dibangkitkan oleh manusia abad modern yang suka merusak lingkungan, suka mengeksploitasi alam. Padahal itu sama saja dengan merusak dirinya sendiri, mengeksploitasi dirinya sendiri. Ya, manusia modern adalah manusia yang suka meneguk racun yang akhirnya membuat dirinya tewas. Agar kita menjadi bijaksana, kita perlu mengasah sekaligus menggugah kembali kesadaran diri tentang metafisika kesatuan ini. Bahwa aku dan alam semesta hakekatnya adalah satu. Kesadaran diri akan metafisika kesatuan akan membawa kita pada kemanfaatan praktis untuk hidup sehari-hari. Dengan metafisika kesatuan ini, kita diajak untuk menjadi manusia yang paling purba, yang hidup cipta, rasa dan karsanya. Hidup yang sehidup hidupnya, yang bergerak lincah mengikuti irama alam semesta dengan instink dan nalurinya yang telah lama mati. Pada kesempatan kali ini, kami ingin memaparkan manfaat praktis metafisika kesatuan ini untuk berbagai tujuan dalam bentuk rapal. Rapal adalah kalimat yang diucapkan saat jiwa berada pada saat kondisi kejiwaan puncak. Kondisi puncak semangat, permohonan, pengharapan. permintaan dan kehendak. Rapal yang diucapkan dalam kondisi puncak itu akan menyerap energi supranatural yang berada di sekitar kita dan kemudian akan masuk ke tubuh kita. Rapal yang diucapkan asal-asalan dan tanpa kejiwaan puncak tidak akan membawa dampak yang diinginkan. Rapal adalah ajakan pada alam semesta untuk kembali bersahabat, kembali menyatu dalam satu irama, kembali menyatu dalam satu kehendak besar, satu penghormatan, satu sujud kepada Gusti dan kembali menyatu untuk menyadari kediriannya, sekaligus juga menyadari bahwa antara “aku” dan “alam semesta” dan “Gusti” itu secara metafisik sesungguhnya hanya satu. Kalimat lengkap dan sempurna rapalan terdiri dari tiga bagian pokok. Namun tidak selalu diucapkan secara lengkap. Tiga bagian itu adalah UCAPAN SALAM PENGHORMATAN, PERMOHONAN, dan TERIMA KASIH. 1. BERSAHABAT DENGAN BUMI Tidurlah di tanah lapang, rumput atau ladang terbuka setiap ada kesempatan baik. Tinggalkan kesibukan harian untuk sejenak mendengarkan apa yang diinginkan bumi pada kita. Arahkan telinga ke bumi dan dengarkan baik-baik apa yang dikatakannya. Namun sebelumnya ucapkan: BUMI AKU DATANG KEMBALI TERIMALAH AKU MENJADI BAGIAN DIRIMU AKU ADALAH KAU KAU ADALAH AKU KITA MENYATU LAGI ATAS IJIN TUHAN, MOHON KEIKHLASANMU UNTUKKU Rapalan ini dibaca ketika pikiran tidak tenang, kesepian, atau saat tubuh serta pikiran kita membutuhkan banyak energi……

Selasa, 21 Juni 2016

Jangan berani berani mengatakan


ATUR SABDO PAMBAGYO


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕


       

♥♥♥
Åjå sirå wani-wani ngaku Pangéran, sênadyan kawrúhira wís tumêka “Ngadêg Sarirå Tunggal” utåwå bisa mêngêrtèni
“Manunggaling Kawulå Gusti”
(Janganlah kamu coba berani mengaku Tuhan, walaupun ilmu pengetahuanmu sudah sampai pada ‘berdiri sebagai Pribadi Tunggal’ atau bisa memahami “kemanunggalan” makhluk dengan Sang Pencipta)
♥♥♥
Pangéran Kang Måhå Kuwåså (Gusti Allah, Tuhan) iku siji, angliputi ing ngêndi papan, langgêng, síng nganakaké jagad iki saisiné, dadi sêsêmbahan wóng sa-alam donyå kabèh, panêmbahan nganggo carané dhéwé-dhéwé
(Tuhan Yang Maha Kuasa itu satu, meliputi seluruh penjuru dunia, yang abadi, yang mencipta bumi seisinya,
disembah oleh manusia seluruh dunia,
(manusia) menyembah dengan caranya masing-masing)
♥♥♥
Janma ingkang wus waspadeng semu
sinamun ing samudana, sesadon ingadu manis
(Ciri orang yang sudah cermat akan ilmu
justru selalu merendah diri dan selalu berprasangka baik)
♥♥♥
Si pengung nora nglegawa, sangsayarda deniro cacariwis,
Ngandhar-andhar angendhukur, Kandhane nora kaprah,
saya elok alangka longkanganipun. Kawruhe mung ana wuwus,
Wuwuse gumaib gaib,kasliring thithik tan kena.
Si wasis waskitha ngalah, ngalingi marang si pingging.
(Si dungu tidak menyadari, bualannya semakin menjadi jadi,
ngelantur bicara yang tidak-tidak, bicaranya tidak masuk akal,
makin aneh, membual tak ada jedanya. Ilmunya sebatas mulut,
kata-katanya di gaib-gaibkan,
dibantah sedikit saja tidak mau, membelalak alisnya menjadi satu
Lain halnya, Si Pandai cermat dan mengalah, tidak mau membuka aib si bodoh)
♥♥♥
Nulada laku utama tumrape wong tanah jawi,
Wong agung ing Ngeksiganda, Panembahan Senopati,
Kepati amarsudi sudane hawa lan nepsu,
Pinepsu tapa brata, tanapi ing siyang ratri,
Amamangun karyenak tyasing sesama.
(Contohlah perilaku utama, bagi kalangan orang Jawa (Nusantara),
orang besar dari Ngeksiganda (Mataram), Panembahan Senopati,
yang tekun, mengurangi hawa nafsu, dengan jalan prihatin (bertapa),
serta siang malam selalu berkarya, menentramkan hati kepada sesama)
♥♥♥
Ing donyå iki ånå róng warnå síng diarani bêbênêr, yakuwi bênêr mungguhíng Pangéran lan bênêr såkå kang lagi kuwåså
(Di dunia ini ada dua macam kebenaran, yakni kebenaran menurut Tuhan dan kebenaran yang datang dari manusia sedang berkuasa)
♥♥♥
Klabang iku wisané ånå ing capité.
Kålåjêngkíng wisané múng ånå pucúk buntút (êntúp).
Yèn ulå mung dumunúng ånå untuné ulå kang duwé wiså.
Nangíng yèn durjånå wisané dumunúng ånå ing sakujúr badan
(Bisa Lipan terletak dicapitnya, bisa kalajengking hanya terdapat di ujung ekornya, bisa ular hanya terdapat di gigi taringnya saja, tetapi manusia durjana seluruh badannya berbisa)
♥♥♥
Ajiníng dhiri iku dumunúng ånå ing lathi lan budi
(Harga diri seseorang terletak di dalam ucapan dan budi pekertinya)
♥♥♥
Wóng iku kudu ngudi kabêcikan, jalaran kabêcikan iku sanguníng uríp. Wóng kang ora gêlêm ngudi kabêcikan iku prasasat sétan
(Setiap orang harus berusaha melaksanakan kebajikan, sebab kebajikan itu sebagai bekal hidup. Orang yang tidak mempedulikan kebajikan adalah sebangsa setan)
♥♥♥
Ngèlmu iku kêlakóné kanthi laku, sênajan akèh ngèlmuné lamún ora ditangkaraké lan ora digunakaké, ngèlmu iku tanpå gunå
(Ilmu diperoleh dengan usaha yang giat, walapun banyak ilmu jika tidak disebarluaskan dan tidak dimanfaatkan, ilmu tersebut tak kan berguna apa-apa)
♥♥♥
Wóng linuwíh iku kudu biså ngêpèk ati lan ngêpénakaké atiné liyan. Yèn kumpúl karo mitrå kudu biså ngêtrapaké têmbúng kang manís kang pêdhês, sêpêt, bisa gawé sênêngíng ati. Yèn kumpúl pandhitå kudu biså ngómóngaké têmbúng kang bêcík. Yèn ånå sangarêpíng mungsúh kudu biså ngatónaké kuwåså pangaribåwå kaluwihané
(Orang punya kelebihan harus bisa mengambil hati dan menentramkan hati orang lain, jika berkumpul bersama kawan-kawan harus bisa menyesuaikan ucapan yang manis, yang pedas, yang sepet, bisa membuat gembira hati orang lain. Bilamana berkumpul dengan pendhita harus bisa berucap secara sopan dan baik. Bilamana berad

Asal mula iblis bisa masuk ke tubuh manusia


Kisah Asal Mula Iblis bisa Masuk ke Tubuh Manusia
  Asal Mula Iblis bisa Masuk ke Tubuh Manusia


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




Pada suatu hari Nabi Adam as Pergi meninggalkan Hawa seorang diri karena ada suatu keperluan. dalam arti mencari Nafkah atau bekerja seperti yang kita lakukan setiap hari , datanglah iblis bersama anaknya yang bernama Khannas kepada Hawa.Aku

"Aku harus pergi untuk melakukan sesuatu hal yang penting," kata si Iblis kepada Hawa.
"Tolonglah jaga anakku ini hingga aku kembali," lanjut iblis.

Hawa menerima anak itu dan iblis pun pergi.
Setelah Nabi Adam kembali pulang, dia kaget tengah mendapati Hawa bernama anak iblis yang bernama Khannas. Nabi Adam sangat marah, namun Hawa membela diri.
"Dia adalah anak iblis yang dititipkannya kepadaku," jawab Hawa.
"Mengapa engkau sudi menolongnya?jawab Adam mencela Hawa.

Dengan sangat marah, anak iblis itu dibunuhnya, dicincangnya dan setiap cincangan itu digantungkan di dahan pohon. Setelah itu, pergilah Adam.
Tak berapa lama kemudian, Iblis pun datang menemui Hawa untuk mengambil anaknya.

"Dimanakah anakku?" tanya Iblis kepada Hawa.
Hawa menerangkan bahwa telah terjadi sesuatu.
"Adam telah mencincang-cincang tubuh anakmu dan setiap potongan anakmu digantungkannya pada dahan pohon," jelas Hawa kepada Ibls.

Si Iblis kemudian menyerukan nama anaknya dan potongan-potongan tubuh anaknya berkumpul dan Khannas pun hidup kembali seperti sedia kala.
"Jagalah dia, karena aku ada urusan lain yang harus aku kerjakan" pinta Iblis kepada Hawa.

Mula-mula Hawa menolak permintaan Iblis, akan tetapi Iblis bermohon sedemikian gigihnya sehingga ia menyerah. Setelah itu, pergilah si Iblis meninggalkan tempat itu.
Ketika Adam pulang, terlihatlah olehnya anak iblis itu.

"Apakah artinya semua ini?" tanya Adam.
Hawa kemudian mengisahkan yang telah terjadi, namun Adam malah memukuli Hawa habis-habisan.
"Aku tak tahu apakah rahasia di balik semua ini," kata Adam.
"Kenapa engkau tidak mematuhi aku dan lebih mematuhi seteru Allah SWT dan terpedaya oleh bujukannya," tanya Adam.

Tak berapa lama kemudian, Adam membunuh anak inlis itu dan mayatnya dibakar. Kemudian sebagian abunya dibuangnya ke dalam air dan sebagianlagi dibuangnya ke udara dan diterpa angin.
Setelah itu, Adam pergi lagi.

Si Iblis datang menanyakan anaknya.
Hawa menceritakan hal yang telah dilakukan Adam kepada anaknya. Si Iblis erteriak memanggila anaknya, dan abu-abu mayat anaknya yang dibakar tadi berkumpul, kemudian Khannas hidup kembali dan bersimpuh di depan ayahnya.

Sekali lagi iblis ingin meminta pertolongan kepada Hawa untuk menjaga anaknya. Namun, Hawa menolak.
"Aku tidak mau, pastilah Adam akn membunuhku nanti," jawab Hawa.
Iblis membujuk dengan berbagai sumpah sehingga akhirnya Hawa pun sekali lagi menyerah. Si Iblis pergi dan tak berapa lamakemudian, Adam pulang ke rumah dan dipatainya Hawa bersama anak itu lagi.

"Allah lah yang mengetahui apa yang akan terjadi sekarang ini, engkau leih menuruti kata-katan Iblis daripada kata-kataku," kata Adam kepada Hawa.

Khannas disembelihnya dan dimasak.
Separuh dari tubuh Khannas dimakan Adam sendiri dan sebagian lainnya diberikan kepada Hawa untuk dimakan sampai habis.Riwayat lain mengatakan bahwa Iblis masih mampu menghidupkan anaknya kembali setelah langkah terakhir Adam ini, Wallahu A'lam.
Tak berapa lama kemudian, iblis datang menanyakan anaknya dan Hawa menceritakan apa yang sedang terjadi.
"Anakmua dimasak oelh Adam, separuh tubuhnya aku makan dan separuhnya lagi dimakan oelh Adam," kata Hawa kepada Iblis.

"Inilah yang selama ini aku inginkan," seru Iblis kegirangan.
"Aku ingin menyusup ke dalam tubuh Adam. Kini setelah dadanya menjadi tempat kediamanku, tercapailah sudah keinginanku itu," seru iblis lagi sambil bersorak-sorai.

Dai kisah inilah, maka iblis bisa memasuki tubuh manusia dengan mudahnya hingga sekarang, kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.
Dan anak turun iblis terus berkembang biak dan dinamai dengan setan hingga sekarang.

Tauhidullah / mengesakan Allah

Tauhidullah ( Mengesakan Allah )


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




Tujuan materi:
 1. Memahami konsep Tauhid Rububiyah, Mulkiyah, dan Uluhiyah serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menyadari wujud kerajaan Allah di alam semesta. 3. Menyadari wajibnya menolak kepemimpinan, hukum, dan otoritas selain Allah, serta menjadikan Allah saja sebagai pemimpin, pembuat hukum dan tujuan hidup.

 Kisi-kisi Materi
 1. Tauhidullah
a. Rububiyatullah (QS. 1:2 , 7:54 ) Pencipta (QS. 25:2 ) Pemberi Rezeki (QS. 51:57 -58 ) Pemilik (QS. 2:284 ) Raja(QS. 1:4 , 114:2 , 62:2 )
b. Mulkiyatullah Pemimpin (QS. 7:196 ) Pembuat Hukum (QS. 12:40 ) Pemerintah (QS. 7:54 ) Yang dituju (QS. 6:162 )
 c. Ilah yang Abadi (QS. 114:3 , 109:1-6 )

2. Tauhidul ‘Ibadah (Pemurnian Ibadah) – Tauhidullah – Ikhlas (QS. 112:1-3 , 38:83 )
 a. Mengingkari thaghut (QS. 2:256 , 4:60 ) Menjauhi thaghut (QS. 16:36 , 39:16 , 17 dan 18 ) Tidak adanya syirik (QS. 39:3 , 11 , 14 )
b. Iman terhadap Allah (QS. 2:256 ) Mengabdi hanya kepada Allah (QS. 16:36 ) Mengesakan Allah dalam beribadah (QS. 98:5 )

 3. Akhthar Asy-Syirk (Bahaya Syirik)
a. Definisi thaghut (QS. 96:6 , 7 dan 8 , 79:17 ) adalah segala sesuatu yang diabdi selain Allah dan dia ridha diibadahi.
b. Macam-macam thaghut: Syetan (QS. 36:60 , 4:118 , 14:22 ) Pemerintah zhalim (QS. 5:44 , 45 , 47 ) Hukum jahiliyah (QS. 4:60 , 5:50 ) Dukun dan tukang sihir (QS. 72:6 , 2:102 ) Berhala (QS. 4:117 , 14:35 -36 )
 c.Bahaya Syirik: Kezhaliman yang besar (QS. 31:13 ) Tidak mendapat ampunan (QS. 4:48 , 116 ) Dosa yang besar (QS. 4:48 ) Kesesatan yang jauh (QS. 4:60 , 116 ) Diharamkan surga (QS. 5:72 ) Masuk neraka (QS. 5:72 ) Dihapuskan amal (QS. 39:65 , 6:88 )

 Bagan :

Penghalang mengenal Allah

Penghalang Mengenal Allah


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




Al-Mawani’ Fii Ma’rifatullah ( Penghalang Mengenal Allah)

 Tujuan Materi:

1. Mengerti sifat-sifat pribadi manusia yang menjadi penghambat dari mengenal Allah.
2. Menyadari bahwa sifat-sifat itu dapat membawanya pada kekufuran karena itu ia berupaya menjauhi sifat-sifat itu.
3. Menumbuhkan motivasi untuk mewujudkan sifat yang memudahkan mengenal Allah

 Kisi-Kisi Materi:

 Sifat-sifat yang menghambat pengenalan terhadap Allah 1. Sifat yang berasal dari penyakit syahwat Fasiq (QS. 2:26 , 27 , 59:19 ) Sombong (QS. 16:22 , 40:35 , 56 , 7:12 ) Zalim (QS. 61:7 , 32:22 ) Dusta (QS. 2:10 , 77:10-19 ) Banyak Dosa (QS. 83:14 ) Akan dimurkai — diobati dengan mujahadah
 2. Sifat yang berasal dari penyakit subhat Jahil (QS.39:65 ) Ragu-ragu (QS. 22:55 ) Menyimpang (QS. 5:13 ) Lalai(QS. 7:179 ) Berakibat Sesat — diobati dengan Ilmu

 Bagan:


Makna illah/Tuhan

Ma’na Ilah (Makna kata Tuhan)


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




 Tujuan Materi:

 1.Peserta tarbiyah mampu menyebutkan sumber kata “ilah” dan pengertiannya.

2. Peserta tarbiyah mampu mendefinisikan kata “Al-Ilah” dan kata “Al-Ma’bud”

 3. Peserta tarbiyah mampu menyadari bahwa hanya dengan jalan istiqamah di dalam bersyahadat yang dapat mengantarkan manusia menuju kebahagiaan.

 Kisi-Kisi Materi:

 1. Kandungan makna: aliha — ya’lahu — ilaahan Merasa tenang padanya (QS. 10:7 ) Berlindung kepadanya (QS. 72:6 ) Selalu merindukannya (QS. 7:138 ) Mencintainya (QS. 2:165 )

 2. Konsekuensi empat poin dari aliha membawa arti ‘abadahu (QS. 2:165 ) Kecintaan yang sempurna Menghinakan diri di hadapannya dengan sempurna Menundukkan diri dengan sempurna

3. Kandungan kata Al-Ilah (QS. 2:186 , 21:90 -91 , 8:2 ) Yang diharapkan Yang ditakuti Yang diikuti Yang dicintai

4. Adanya Al-Ilah berarti Al-Ma’bud (QS. 109:1-6 , 2:21 , 7:196 ) Yang layak diberikan wala’ (loyalitas) Yang wajib ditaati Yang harus diberikan otoritas kepadanya

Bagan:

Adanya Tuhan bagian1

ALLAH S.W.T


Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕




  [Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele). Namun, di sini akan dikemukakan dalil-dalil yang menyatakan wujud (adanya) Allah swt, untuk memberikan pengertian secara rasional. Mengimani Wujud Allah Subhanahu wa Ta’ala Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah, akal, syara’, dan indera. 1.. DALIL FITRAH Manusia diciptakan dengan fitrah bertuhan, sehingga kadangkala disadari atau tidak, disertai belajar ataupun tidak naluri berketuhanannya itu akan bangkit. Firman Allah Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (al-A’raf:172) Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?, (az-Zukhruf:87) كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Al Bukhari) Ayat dan hadis tersebut menjelaskan kondisi fitrah manusia yang bertuhan. Ketuhanan ini bisa difahami sebagai ketuhanan Islam, karena pengakuannya bahwa Allah swt adalah Tuhan. Selain itu adanya pernyataan kedua orang tua yang menjadikannya sebagai Nasrani, Yahudi atau Majusi, tanpa menunjukkan kata menjadikan Islam terkandung maksud bahwa menjadi Islam adalah tuntutan fitrah. Dari sini bisa disimpulkan bahwa secara fitrah, tidak ada manusia yang menolak adanya Allah sebagai Tuhan yang hakiki, hanya kadang-kadang faktor luar bisa membelokkan dari Tuhan yang hakiki menjadi tuhan-tuhan lain yang menyimpang. 2.DALIL AKAL [Akal yang digunakan untuk merenungkan keadaan diri manusia, alam semesta dia dapat membuktikan adanya Tuhan. Di antara langkah yang bisa ditempuh untuk membuktikan adanya Tuhan melalui akal adalah dengan beberapa teori, antara lain;. 3. DALIL NAQLI [ Meskipun secara fitrah dan akal manusia telah mampu menangkap adanya Tuhan, namun manusia tetap membutuhkan informasi dari Allah swt untuk mengenal dzat-Nya. Sebab akal dan fitrah tidak bisa menjelaskan siapa Tuhan yang sebenarnya. Allah menjelaskan tentang jati diri-Nya di dalam Al-Qur’an; Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(al-A’raf:54) Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt adalah pencipta semesta alam dan seisinya, dan Dia pulalah yang mengaturnya. 4.DALIL INDERAWI Bukti inderawi tentang wujud Allah swt dapat dijelaskan melalui dua fenomena: a. Fenomena Pengabulan do’a Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa serta memohon pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang wujud Allah Swt. Allah berfirman: “Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.” (Al Anbiya: 76) “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Robbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu •” (Al Anfaal: 9) Anas bin Malik Ra berkata, “Pernah ada seorang badui datang pada hari Jum’at. Pada waktu itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tengah berkhotbah. Lelaki itu berkata’ “Hai Rasul Allah, harta benda kami telah habis, seluruh warga sudah kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengatasi kesulitan kami.” Rasulullah lalu mengangkat kedua tanganya dan berdoa. Tiba-tiba awan mendung bertebaran bagaikan gunung-gunung. Rasulullah belum turun dari mimbar, hujan turun membasahi jenggotnya. Pada Jum’at yang kedua, orang badui atau orang lain berdiri dan berkata, “Hai Rasul Allah, bangunan kami hancur dan harta bendapun tenggelam, doakanlah akan kami ini (agar selamat) kepada Allah.” Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa: “Ya Robbku, turunkanlah hujan di sekeliling kami dan jangan Engkau turunkan sebagai bencana bagi kami.” Akhirnya beliau tidak mengisyaratkan pada suatu tempat kecuali menjadi terang (tanpa hujan).” (HR. Al Bukhari) b. Fenomena Mukjizat Kadang-kadang para nabi diutus dengan disertai tanda-tanda adanya Allah secara inderawi yang disebut mukjizat. Mukjizat ini dapat disaksikan atau didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang wujud Yang Mengurus para nabi tersebut, yaitu Allah swt. Karena hal-hal itu berada di luar kemampuan manusia, Allah melakukannya sebagai pemerkuat dan penolong bagi para rasul. Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa as. Agar memukul laut dengan tongkatnya, Musa memukulkannya, lalu terbelahlah laut itu menjadi dua belas jalur yang kering, sementara air di antara jalur-jalur itu menjadi seperti gunung-gunung yang bergulung. Allah berfirman, “Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.: Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (Asy Syu’araa: 63) Contoh kedua adalah mukjizat Nabi Isa as. ketika menghidupkan orang-orang yang sudah mati; lalu mengeluarkannya dari kubur dengan ijin Allah. Allah swt berfirman: “…dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah” (Ali Imran: 49) “•dan (ingatlah) ketika kamu mengeluarkan orang mati dari kuburnya (menjadi hidup) dengan ijin-Ku.” (Al Maidah 110) Tanda-tanda yang diberikan Allah, yang dapat dirasakan oleh indera kita itu adalah bukti pasti wujud-Nya. Tujuan Materi: 1. Mengenal betapa pentingnya menyadari eksistensi Allah dalam kehidupan 2. Mengerti dalil-dalil yang diaplikasikan untuk menyadari eksistensi Allah 3. Bermotivasi untuk mentauhidkan Allah karena menyadari kebesaran Allah. Kisi-kisi Materi 1. Eksistensi Allah Dalil fitrah (QS. 7:172 , 29:61 , 43:9 , 75:14 -15 ) Dalil Indera (QS. 54:1 , 17:1 , 8:9 , 3:125 , 36:37- 40 ) Dalil Aqli (QS. 41:53 , 27:88 , 87:1-4 ) Dalil Naqli (QS. 4:82 , 17:88 , 30:1-3 , 15:9 , 47:4 ) Dalil Sejarah (QS. 3:137 , 7:176 , 12:111 , 11:120 ) 2. Mengagungkan Allah 3. Mentauhidkan Allah (QS. 21:92 ) Bagan: Allah Maha Esa (Al-Wahdaaniyyah) Allah Maha Esa dalam: Dzat-Nya. Artinya, dzat-Nya tidak tersusun dari beberapa bagian dan tak ada dzat makhluk yang serupa dengan dzat-Nya. Sifat-Nya. Artinya, tak ada sifat-Nya yang rangkap di dalam satu nama dan satu makna, dan tidak ada makhluk yang mempunyai sifat yang serupa dengan sifat-sifat-Nya. Perbuatan-Nya. Artinya, tak ada perbuatan bagi makhluk. Allah-lah yang menciptakan seluruh perbuatan makhluk-Nya. Dalil Naqli: – Al-Ikhlas “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” – Al-Baqarah ayat 163 “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” – Al-Anbiyaa’ ayat 22 “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arasy dari apa yang mereka sifatkan.” – Ash–Shoffat ayat 96 “Dan Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat.” … Dalil Aqli: Wujudnya alam semesta beserta isinya ini menjadi bukti/dalil bahwa Allah itu Maha Esa. Sebab, seandainya ada sekutu bagi Allah, artinya Allah lebih dari satu, maka alam semesta mustahil wujud. Seandainya ada dua Tuhan, dan keduanya bersepakat untuk mewujudkan alam semesta, kehendak salah satu dari kedua-Nya yang terlaksana. Tidak mungkin kehendak keduanya, karena berarti akan wujud dua alam semesta. Dengan begitu, kehendak salah satu dari keduanya tidak terpenuhi. Bila kehendaknya tidak terpenuhi, maka tidak bisa disebut Tuhan. Bukan Tuhan bila kehendaknya tidak terpenuhi. Karena kita membicarakan dua dzat yang diasumsikan sama, dan tidak mungkin kehendak salah satu saja yang terlaksana, maka berarti keduanya kehendaknya tidak akan terpenuhi. Apabila mereka membagi tugas dengan mencipta setengah bagian masiing-masing, maka keduanya tak berkuasa atas ciptaan yang lain. Yang menciptalah yang berkuasa atas ciptaannya. Dan dengan begitu keduanya tidak bisa disebut Tuhan, karena bukan Tuhan apabila kekuasaannya terbatas serta ada hal yang di luar kuasa-Nya. Apabila keduanya berbeda pendapat dalam penciptaan alam semesta, tentu kehendak salah satu dari keduanya yang terpenuhi. Yang satu tentu kehendaknya tidak akan terpenuhi, sebab kehendak mereka berbeda dan harus ada yang terpenuhi. Yang tidak terpenuhi kehendaknya tidak bisa disebut Tuhan. Karena kita membicarakan dua dzat yang diasumsikan sama, dan tidak mungkin kehendak salah satu saja yang terlaksana, maka berarti keduanya kehendaknya tidak akan terpenuhi. Maka seandainya Allah lebih dari satu, bersepakat atau tidak, alam semesta tidak akan wujud. Sedangkan alam semesta beserta isinya dapat kita saksikan wujudnya dengan mata kepala sendiri. Maka mustahil Allah itu berbilang (lebih dari satu). Maha Suci Allah dari berbilang dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa. Matematika Tuhan (Bukti Tuhan MAHA ESA) Tahukah anda apa hukum yang utama itu?. Hukum yang utama adalah : Jawab Yesus kepadanya, ‘Hukum yang utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang Esa’… ” (Injil – Markus 12: 29-KRISTEN) “Ekam evadvitiyam” (Dia satu satunya tanpa ada duanya) (Chandogya Upanishad 6:2:1-HINDHU) “Dengarlah hai Israel : Tuhan kita adalah Tuhan yang satu”. (Ulangan 6:4 – YAHUDI) Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (Al-Iklhas:1 – ISLAM) Mengapa hukum yang utama adalah bahwa Tuhan itu 1. Untuk mengerti maksud ini maka akan kita misalkan bahwa Tuhan itu berhubungan dengan angka NOL (0). Angka 0 merupakan angka yang ditemukan dalam beberapa abad lalu. Setelah ada angka 0 angka berkembang menjadi 10 dan seterusnya. Angka 0 merupakan angka istimewa karena dengan angka 0 itulah maka manusia bisa membuat komputer dan pergi ke antariksa. Keistimewaan angka 0 adalah sebagai berikut. Dalam paparan ini kita akan menggunakan angka 0 dan 1 karena memang angka itu sebenarnya cuma diwakili sama 0 dan 1 seperti halnya bilangan Binner. Satu ya satu, yang kalau disimbulkan menjadi (1). Kapankah angka 1 mulai digunakan. Siapakah yang menggunakan angka 1 pertama kali?. Apakah Adam, Hawa, Malaikat atau yang lain?. Tentu kita tidak tahu. Jika tidak ada benda bagaimana manusia membuat pikiran tentang satu?. Maksudnya begini, jika anda melihat seekor sapi anda akan memahami sebagai 1 ekor. Jika anda melihat sebuat kursi maka anda akan memahami 1 buah kursi. Tetapi jika tidak ada Sapi, Kursi dan benda lainnya bagaimana anda memahami satu?. Anggaplah alam semesta ini tidak ada bulan, bintang, manusia dll, bagaimana kita menganalogikakan sebuah kata satu jika hanya ada yang kosong gak ada isinya?. Sebenarnya angka itu hanya ada 2 yaitu Nol (0) dan satu (1). Sedangkan angka 2,3,4,5,6,7,8,9 dan lainnya itu angka simbol. Siapa satu disini sebenarnya?. Nol bisa disebut 1 dan Satu juga bisa disebut 1. Untuk menjawabnya ada baiknya kita membahas hubungan antara ruang dan Tuhan. Manakah yang lebih dulu ada, apakah ruang atau Tuhan. Berhubung Tuhan itu pencipta segala sesuatu maka lebih dulu Tuhan. Jika lebih dulu Tuhan lalu Tuhan ada dimana?. Apa Tuhan ada didalam zat padat (karena gak ada ruang)?. Berhubung angka Nol dan 1 itu angka sejati maka lebih baik jika aku katakan Tuhan dan ruang itu satu kesatuan. Ruang selalu ada dimana ada Tuhan. Jadi Ruang itu bagian dari Tuhan, itulah mengapa Allah Maha Tahu terhadap ciptaanNYA, karena layaknya gelombang frekuensi, ruh kita ini dan ruh Allah sebenarnya dekat sekali. Gelombang ruh Allah meradar gelombang ruh kita. [QS 50:16] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Kembali kemasalah awal sebenarnya di dunia ini hanya ada angka 1. Angka satu bisa merujuk pada Nol dan Satu. Satu= 0 Satu= 1 0= Allah 1= Ruang Jadi Tiada Tuhan Selain Allah===>Tiada Ruang selain ada Allah. Allah seluas ruang dan waktu. Perhatikanlah gambar dibawah ini : Perhatikanlah gambar diatas. Dapat anda lihat adanya deret angka. Berapakah batas akhir deret angka?. Kita tidak tahu. Deret angka itu sebagai penunjuk jarak ruang yang tak terbatas. Kita tidak tahu berapa akhir dari suatu angka. Begitu pula dengan akhir jarak suatu ruang, hanya Allah yang tahu. Jika anda bisa mencari titik tengah antara sebelah barat dan timur disitulah kemungkinan singgasana Arsy Allah. Tiada Tuhan selain Allah Tiada dicipta selain Pencipta Tiada Tuhan selain Tuhan yang sejati TIADA 1 SELAIN ADA 0 dst…-3,-2,-1,0,1,2,3…dst Nol (0) merupakan angka bebas, bukan hasil turunan. Bukan hasil pembagian, perkalian atau penjumlahan. Sedangkan angka 1,2,3 dan lainnya bisa hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. 0 bukan hasil pengurangan===>1-1 atau 2-2 dan sejenisnya. Jika 1 dikurangi 1 (1-1) tentu secara umum seharusnya hasilnya kosong ( ). Jadi mengindikasikan bahwa angka 0 itu memang angka spesial. Dan seharusnya simbol angka NOL itu tidak dipakai untuk menunjukkan angka puluhan,ratusan atau ribuan dan seterusnya.Mungkin lebih baik jika simbol itu diganti dengan bentuk segi 4 atau lainnya misalnya huruf Q. Jika simbol angka NOL itu seperti huruf o (0), maka sebaiknya angka 10 ditulis bukan dalam bentuk 1 dan 0, karena seolah-olah angka 0 itu tidak berdiri sendiri. Mungkin lebih baik ditulis 1 dan Q, jadi 10 = 1Q==>100 = 1QQ ==> 1000 = 1QQQ. Karena 100 merupakan penjumlahah 1 +1 +1 sampai berjumlah 100, dimana sebenarnya angka 0 tidak ikut didalamnya. Mungkin dari kita bertanya jika ada yang dicipta berarti ada yang mencipta, lalu siapakah yang menciptakan Allah?. Tentu jika ini dijawab tidak akan ada ujung. Jawaban yang tepat memang “Tuhan tiada beranak dan diperanakkan”<==>Tuhan tidak diciptakan<==>Tuhan=0. 0 x 1 = 0 0 : 1 = 0 1 : 0 = mustahil 0 – 1 = -1 0 + 1 = 1 0 = Tuhan 1 = Makhluk Dari hasil olah data diatas tampak bahwa angka 0 itu angka yang bisa mempengaruhi angka 1 tapi tidak bisa dipengaruhi. Anda bisa saja mengganti angka 1 menjadi 2,3,4 atau angka lainnya. Tetap saja angka 0 bisa mempengaruhi tapi tidak bisa dipengaruhi. Jadi benar bahwa hukum yang utama adalah bahwa Tuhan itu 1 dimana angka 0 juga hanya 1 angka. Anda bisa melihat perumpamaannya dibawah ini : Deret angka ==> (tak terhingga)…..-3,-2,-1, 0, 1, 2, 3….(tak terhingga) 1111 merupakan kumpulan dari 1000 + 100 + 10 + 1 1000 merupakan jumlah 1 + 1 + 1 sampai berjumlah 1000 100 merupakan jumlah 1 + 1 + 1 sampai berjumlah 100 10 merupakan jumlah 1 + 1 + 1 sampai berjumlah 10 Dari paparan diatas jangan diartikan bahwa angka 1000 itu terdiri dari 1 angka 1 dan 3 angka 0. Jadi angka 0 itu bisa mempengaruhi dan tidak bisa dipengaruhi. Dan sekali lagi bahwa angka 0 merupakan satu-satunya angka yang bebas. Jika seandainya hukum yang utama bukan “TUHAN ITU SATU” berarti konsep bahwa Tuhan itu sebagai angka 0 bisa merusak tatanan matematis yang bisa membuat perhitungan kacau dan hancur. Ahammiyyatu Ma’rifatullah ( Pentingnya Mengenal Allah ) Tujuan Materi: 1. Memahami pentingnya ma’rifatullah dalam kehidupan manusia. 2. Memahami bahwa ma’rifatullah dapat menjadikannya mencapai hasil penambahan iman dan taqwa. Kisi-Kisi Materi: 1. Kepentingan mengenal Allah (QS. 47:19 , 3:18 , 22:72 -73 , 39:67 ). 2. Tema pembicaraan ma’rifatullah — Allah Rabbul Alamin (QS. 13:16 , 6:12 , 19 , 29:59 , 24:35 , 2:255). 3. Didukung dalil yang kuat: Naqli (QS.6:19 ) Aqli (QS. 3:190 ) Fitri (QS. 7:172 , 75:14-25 ) 4. Dapat meningkatkan iman dan takwa: Kemerdekaan (QS. 6:82 ) Ketenangan (QS. 13:28 ) Berkah (QS. 7:94 ) Kehidupan yang baik (QS. 16:97 ) Surga (QS. 10:25 -26 ) Keridhaan Allah (QS. 98:8 )

Adanya Tuhan bagian 3

Kepada pembaca yang terhormat

Artikel ini saya ambil guna menambah wawasan saya dan saudara,soal benar atau salahnya kita kembalikan sang pencipta.hanya yang sudah manunggallah yang mampu menyelaminya..😕






Berdebat soal ketuhanan Yesus dengan kaum Kristen seperti berbicara sampai berbuih. Itu karena meski kita sudah memberi bukti lewat Al-Kitab mereka masih berkeras bahwa Yesus adalah Allah (Trinitas). Hal tu
tu karena ada beberapa ayat di Al-Kitab yang sengaja ditulis Yesus sebagai Allah. Lalu bagaimana lagi meyakinkan mereka?. Saat ini alat yang paling akurat untuk membuktikan kebenaran sesuatu adalah Matematika. Secara matematika sulit membuktikan Yesus adalah bagian dari Allah. Dan sebenarnya Nabi Muhammad_lah bagian dari Allah. Bukannya nabi Muhammad itu Tuhan tetapi bahwa perkataan nabi Muhammad di dalam Al-Quran benar-benar Firman Allah (perkataan Allah) dan nabi Muhammad adalah Nabi Allah. Berikut buktinya :

 Dibawah ini (Tabel Pertama) merupakan nilai semua huruf Arab yang digunakan dalam penulisan Al-Quran.




Dan urutan huruf Arab (Tabel Kedua) yang digunakan dalam penulisan Al-Quran. Pada kolom angka nomor, angka terbesar adalah 1000. Dimana angka 1000 adalah huruh “ghain”, dimana huruf ini terletak pada nomor 19.

 Pada kolom angka nomor juga terdapat 5 angka ganjil dan 23 angka genap. Seperti diketahui Al-Quran memiliki angka keramat 19, angka ini diperoleh
berdasarkan

kalimat Basmalah,



B(i)sm All(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. Catatan : huruf dalam kurung tidak terdapat dalam huruf bentuk Arab. Jumlah huruf (tak termasuk dalam kurung) berjumlah 19 [QS 57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Mungkin anda akan bertanya mengapa angka keramat Al-Quran 19.

Karena itu merupakan awal angka(1) dan akhir angka (9). Angka terdiri dari 1-2-3-4-5-6-7-8-9.

 Dan ini merupakan konsep Tuhan yang mempunyai sifat Yang Awal dan Yang akhir. Sekarang mari kita jumlahkan seluruh hasil pada kolom menjadi berikut : 406 + 5995 + 15+ 276 = 6692 66adalah angka nomor ALLAH, lihat Bukti Tuhan Adalah Allah Bagian 3 92 adalah angka nomor MUHAMMAD lihat ARTIKEL DI BAWAH INI

 Bukti Nabi Muhammad Nabi Terakhir

 Kalau kita membaca beberapa berita di media atau dunia maya, ada beberapa aliran sempalan Islam baik dalam Syiah atau Suni yang mengklaim pimpinan mereka sebagai nabi baru. Di sempalan aliran Syiah bahkan ada yang mengatakan Nabi terakhir seharusnya Ali dan bahwa Muhammad merampas kenabian dari Ali. Di sempalan Suni yaitu Ahmadiyah mengklaim Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi baru dan bahwa kata Ahmad di Al-Quran 61:6 merujuk padanya. Padahal kedua aliran ini mengaku berpegang pada Al-Quran. Sekarang mari kita lihat yang sebenarnya. Nabi Muhammad memiliki beberapa nama antara lain Abu Qasim dan Ahmad. Surah ke 47 bernama MUHAMMAD yang terdiri dari 38 ayat. Kata AHMAD berada di surah ke 61 (As-Shaf) ayat ke 6.

 Wa-ith qala AAeesa ibnu maryama ya banee isra-eela innee rasoolu Allahi ilaykum musaddiqan lima bayna yadayya mina alttawrati wamubashshiran birasoolin ya/tee min baAAdee ismuhu ahmadu falamma jaahum bialbayyinati qaloo hatha sihrun mubeenun

 Dan (ingatlah) ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” [QS As-Shaf 61:6MUHAMMAD


MUHAMMAD = محمد AHMAD = أحمد Berdasarkan tabel bilangan prima dapat kita peroleh 16 angka pertama sebagai berikut 2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53. Ternyata 2 angka terakhir adalah angka 47 dan 53 Seperti diketahui Al-Quran memiliki angka keramat 19, angka
berdasarkan kalimat Basmallah,

 B(i)sm All(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. Catatan : huruf dalam kurung tidak terdapat dalam huruf bentuk Arab. Jumlah huruf (tak termasuk dalam kurung) berjumlah 19

 MUHAMMAD = 92 dan AHMAD = 53.

 Jika nominalnya ditambahkan = 9+2+5+3 = 19 Mungkin anda akan bertanya mengapa angka keramat Al-Quran 19. Karena itu merupakan awal angka(1) dan akhir angka (9). Angka terdiri dari 1-2-3-4-5-6-7-8-9.

Dan ini merupakan konsep Tuhan yang mempunyai sifat Yang Awal dan Yang akhir. [QS 57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

 Nilai MUHAMMAD = 92 dan nilai AHMAD = 53 

sehingga MUHAMMAD + AHMAD = 92+53 = 145. 

Kata AHMAD berada di surah 61 ayat 6 yang jika digabung menjadi 616 . Gabungan 145 dan 616 menjadi 145616 = 19 x 7664 Surah Muhammad surah ke 47 jumlah ayat 38 yang jika digabung menjadi angka 4738. 

Surah As-Shaf (dimana kata AHMAD terdapat) merupakan surah ke 61 dengan jumlah ayat 14 yang jika digabung menjadi 6114.

 Jika digabungkan menjadi 47386114 = 19 x 2494006 Nabi Muhammad lahir tahun 570 M, nilai MUHAMMAD = 92 , nilai AHMAD = 53. Jika angka ini digabungkan menjadi 5709253 = 19 x 300487. Sekarang perhatikan bahwa nilai 300487 mengandung angka nyata 3487

 (angka mulai 1 s/d 9 dimana 0 tidak termasuk) atau 47 38. Angka 47 dan 38 merupakan Surah Muhammad (47) dan 38 adalah jumlah ayatnya. Nabi Muhammad wafat tahun 632 M. Nilai MUHAMMAD = 92 dan nilai AHMAD = 53 dimana 92+53 = 145. Jika 632 – 145 = 487

. Sekarang coba nilai MUHAMMAD dan AHMAD digabungkan akan menjadi 9253 dimana 9253 = 19 x 487. Nabi Muhammad menerima wahyu selama 22 tahun dimana 92+22 =114 (jumlah surah Al-Quran)


 الإسلام‎= AL ISLAM ISLAM Nabi Muhammad menerima wahyu pada umur 40 tahun sehingga 92+40 = 132

 Di dalam Al-Quran nama MUHAMMAD disebut 4 kali yaitu pada surah dan ayat berikut : [3:144] Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. …….. [33:40] Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. 

Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [47:2] Dan orang-orang mu’min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. [48:29] Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka……..  


10 + 131 + 215 + 276 = 632

 Nabi Muhammad wafat tahun 632 M Angka Nilai Muhammad = 92, 

Surah Muhammad Surah ke 47 dengan jumlah ayat 38

Bilangan Prima pertama

 : 2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 167 173 179 181 191 193 197 199211 2+ 3+ 5+ 7+ 11+ 13 +17 +19 +23+ 29 +31+ 37+ 41+ 43+ 47+ 53+ 59+ 61+ 67+ 71+ 73+ 79+ 83+ 89+ 97+ 101+ 103+ 107+ 109+ 113+ 127+ 131+ 137+ 139+ 149+ 151+ 157 +163 +167+ 173+ 179+ 181+ 191+ 193+ 197+ 199 +211 =4438 (38 adalah jumlah ayat) 38 

Bilangan Prima pertama: 

 2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 2+ 3+ 5+ 7+ 11+ 13 +17 +19 +23+ 29 +31+ 37+ 41+ 43+ 47+ 53+ 59+ 61+ 67+ 71+ 73+ 79+ 83+ 89+ 97+ 101+ 103+ 107+ 109+ 113+ 127+ 131+ 137+ 139+ 149+ 151+ 157 +163 =2747 (47 adalah nomor Surah) 47 

Bilangan Prima pertama jika angkanya dijumlahkan =4438 

38 bilangan Prima pertama jika angkanya dijumlahkan = 2747 92 

Bilangan Prima pertama: 

2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 167 173 179 181 191 193 197 199 211 223 227 229 233 239 241 251 257 263 269 271 277 281 283 293 307 311 313 317 331 337 347 349 353 359 367 373 379 383 389 397 401 409 419 421 431 433 439 443 449 457 461 463 467 479 Dari hasil terakhir diperoleh 47-9 = 38 

 Berikut adalah 47

 bilangan Prima pertama : 

2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 167 173 179 181 191 193 197 199211 

 Angka-angka diantara 38 Bilangan Prima pertama dan 47 Bilangan Prima pertama adalah : 167 173 179 181 191 193 197 199 211 167 + 173 + 179 + 181 + 191 + 193 + 197 + 199 + 211 = 1691 = 19 x 89 ALLAH memiliki angka 66 ,

 LIHAT DISINI.Berdasarkan tabel bilangan prima, 66 











angka bilangan prima pertama adalah sebagai berikut : 

 2 3 5 7 11 13 17 19 23 29 31 37 41 43 47 53 59 61 67 71 73 79 83 89 97 101 103 107 109 113 127 131 137 139 149 151 157 163 167 173 179 181 191 193 197 199 211 223 227 229 233 239 241 251 257 263 269 271 277 281 283 293 307 311 313 317 

 الله محمد أحمد Berdasarkan Tabel bilangan Prima di atas, 

jumlahkan seluruh angkanya dari angka 2 sampai 317 2 + 3 + 5 + 7 + 11 + 13 … + 311 + 313 + 317 = 9523 

 Angka 9523 terdiri jadi 4 angka yaitu 9-2-5-3 dimana ke empat angka ini mewakili angka-angka Muhammad dan Ahmad MUHAMMAD = 92 AHMAD = 53 Jumlah Surah Al-Quran 114 ayat.

 Sekarang jumlahkan dari 1 + 2 + 3 + …+114 akan menghasilkan 6555. 

Sekarang gabungkan angka 92 dan 53 menjadi 9253. 9253 – 6555 = 2698 Allah dalam Al-Quran disebut sebanyak 2698 
Add caption

Hubungan Yesus Dan Muhammad Sebagai Nabi Terakhir 

 Siapakah nabi terakhir?. Mereka adalah Yesus (Isa) dan Nabi Muhammad. Setelah para nabi meninggal banyak yang mengaku-aku sebagai penerus nabi karena mengaku mendapat wahyu. Mulai dari Mirza Ghulam Ahmad (Ahmadiyah), Lia Eden, Ahmad Musadek dll. Agaknya bisikan-bisikan yang gak jelas darimana datangnya membuat mereka ngiler untuk menjadi seorang nabi. Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala (Ulangan 33:2). Thursina adalah bukit dimana Nabi Musa a.s. mendapatkan dua log batu dan Tauratnya dari Allah. Seir merupakan suatu bukit ditanah Kanaan yang dalam hal ini menunjukkan dimana gerangan Nabi Isa a.s. akan lahir, yakni di Baitlahim. Paran adalah tempat yang menunjukkan di mana Nabi Muhammad akan lahir.

 TENTANG PARAN 

: Bangunlah, angkatlah anak itu (Ismael), dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum……Maka tinggallah ia (Ismael) di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir (Kejadian 21: 18-21). Apabila melintasi lembah Baka (Mecca), mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat (Mazmur 84:7). ”Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS 3:96). 

 TENTANG IBRAHIM : “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tengelamkan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).(QS Ash- Shafaat: 79-83). Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”(QS 2:124). “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tuaku Ismail dan Ishaq. Sungguh, Rabb-ku benar-benar Maha Mendengar doa.” (Q.S.14 : 39). Meski Nabi Ibrahim bukanlah nabi yang pertama tetapi beliau ditunjuk oleh Allah sebagai Imam bagi seluruh manusia. Yang mana sebagai bentuk penegasan bahwa garis kenabian akan berkembang dari keturunan beliau. Keturunan beliau yang pertama adalah Ismael dan Ishaq. Ismael ke bangsa Arab dan Ishaq ke bangsa Yahudi Selalu ada akhir dari suatu cerita, begitu pula dalam silsilah kenabian. Dari garis Ishaq berakhir lewat Yesus (Isa). Apapun pendapat tentang Yesus (Isa) meski itu suatu pernyataan bahwa beliau menikah dengan Maria Magdalena, tetapi tak ada bukti yang akurat sampai sekarang bahwa Yesus (Isa) punya keturunan yang masih hidup. Begitu pula dengan nabi Muhammad sebagai keturunan nabi Ismael. Meski sempat menikah dan memiliki beberapa orang anak, tapi sampai sekarang tak ada bukti akurat bahwa Nabi Muhammad memiliki keturunan yang masih tersisa. Yang terkenal yaitu Hasan dan Husein telah wafat dalam perang di Karbala Irak. Yesus (Isa) tahun awal Masehi telah mengakhiri dinasti kenabian dari garis Ishaq dan 600 tahun kemudian Nabi Muhammad mengakhiri kenabian dari Garis Ismael. “Muhammad bukanlah ayah salah seorang dari orang laki-laki kamu, melainkan dia itu Utusan Allah dan segel (penutup) para Nabi. Dan Allah senantiasa Yang Mahatahu akan segala sesuatu”.(QS Al-Ahzab : 40).